SEJARAH IKATAN ARSITEK INDONESIA (IAI)
IAI didirikan secara resmi pada tanggal 17 September 1959 di Bandung. Kini di usianya yang ke-65, IAI telah beranggotakan lebih dari 26.000 arsitek yang terdaftar melalui 34 kepengurusan provinsi dan 1 kepengurusan perwakilan. IAI aktif dalam kegiatan internasional melalui keanggotaannya di ARCASIA (Architects Regional Council of Asia) sejak tahun 1972 dan di UIA (Union Internationale des Architectes) sejak tahun 1974, AAPH (Asean Association Planning and Housing) di mana IAI merupakan salah satu pendirinya, serta APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) sejak 28 April 2023 sebagai negara ke-10 yang bergabung.
Di dalam negeri pun selain bermitra dengan pemerintah, IAI tetap aktif berkomunitas dengan asosiasi profesi lain, seperti melalui keanggotaan dalam Lembaga Pegembangan Jasa Konstruksi dan Forum Asosiasi Profesi Jasa Konstruksi. Ikatan Arsitek Indonesia menjadi organisasi profesi yang diakui oleh Negara melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek dan Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksana Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek.

SEJARAH PEMBENTUKAN IAI GORONTALO
IAI Provinsi Gorontalo terbentuk pada hari Kamis tanggal 19 Januari 2017 di Meeting Room Nusantara Maqna Hotel, melalui mekanisme Musyawarah/ Rapat Anggota dalam rangka Pembentukan IAI Gorontalo.
IAI Provinsi Gorontalo melakukan Musyawarah Provinsi yang ke-I pada hari Sabtu tanggal 30 Juli 2022 di Roemah Marly. Dari hasil Musprov I tersebut terpilih secara aklamasi Ketua IAI Provinsi Gorontalo Periode 2022-2025.
IAI Gorontalo melakukan Musyawarah Provinsi yang ke-II pada hari Minggu tanggal 27 Juli 2025 di Ballroom Fox Hotel Gorontalo. Musyawarah Provinsi kali ini menggunakan fasilitas IAI Interaktif yang merupakan pertama kalinya pemilihan dilakukan secara Voting, dari hasil Musprov ke II terpilih secara demokratis Ketua IAI Gorontalo Periode 2025-2028.
